Pada pertemuan ke 4 ini membahas tentang logika, critical thinking, logika induktif dan deduktif, subyektivisme dan obyektivisme, konfirmasi, inferensi dan konstruksi teori.
Subyektivisme adalah pengetahuan yang dipahami sebagai keyakinan yag dianut oleh individu.
Ciri-ciri pendekatan subyektivisme :
1. Menggagas pengetahuan sebagai suatu keadaan mental yang khusus (semacam kepercayaan yang istimewa.
2. Pengalaman subyektif sebagai titik tolak pengetahuan dari data inderawi diri sendiri.
3. Alasan cukup, karena bersifat personal, benar secara pasti dan meyakinkan karena berlaku sebagai pengetahuan langsung dari diri subyek.
Rene Descartes : Cogito ergo sum cogitans.
Berarti saya berpikir maka saya ada.
Obyektivisme adalah pandangan yang menekankan bahwa pengetahuan berasal dari obyek itu sendiri, berciri dan berfiat yang di luar keyakinan dan kesadaran individu.
3 pandangan dasar obyektivisme :
1. Kebenaran independent - terlepas dari pandangan subyektif.
2. Kebenaran datang dari bukti faktual.
3. Kebenaran hanya didasari dari pengalaman inderawi.
Logika berasal dari kata logikos, bahsa yunani, yang berarti sesuatu yang di ungkapkan lewat bahasa, logika dalam ilmu filsafat mempelajari, menyusun, dan membahas asas/aturan formal, kriteria yang sah tentang penalaran dan penyimpulan untuk mencapai kebenaran yang dapat dipertanggungjawabkan secara rasional.
4 macam logika, yaitu :
1. Logika kodrati : akal budi bekerja menurut logika secara spontan.
2. Logika ilmiah : berusaha mempertajam akal budi manusia agar lebih teliti dan tepat, menghindari kesesatan.
3. Logika formal (logika minor) : tentang kebenaran bentuk.
4. Logika material (logika mayor) : tentang kebenaran isi.
Logika induktif tidak dinilai sah/valid, berdasarkan kemungkinan/probabilitas, cara berpikir atau bekerjanya ilmu pengetahuan yang betolak belakang dengan sejumlah proposisi tunggal / partikular tertentu untuk menarik kesimpulan tertentu.
Logika deduktif dinilai lebih sah/valid dari pada logika induktif, kerja akal budi untuk menyimpulkan pengetahuan dalam hal yang khusus atau umum.
Critical thinking (berpikir kritis) adalah cara berpikir yang merasionalkan kehidupan manusia, mengamati dan memeriksa proses berpikir untuk mengklarifikasi dan memperbaiki pemahaman tentang sesuatu.
Model critical thinking adalah total recall, habbits, inquirity, new ideas and creativity, knowing how you think.
Konfirmasi berarti menegaskan, menjelaskan, memperkuat kenyataan atau fakta, sifatnya lebih interpretatif dan memberi makna tentang sesuatu.
2 aspek konfirmasi: kuantitatif dan kualitatif.
3 jenis konfirmasi, yaitu:
1. Decision theory
2. Estimation theory
3. Reliability theory
Inferensi adalah proses penarikan kesimpulan (konklusi), dengan cara inferensi induktif dan deduktif (langsung dan tidak langung).
Inferensi langsung adalah penarikan kesimpulan hanya dari sebuah premis (pernyataan).
Inferensi tidak langsung adalah penarikan kesimpulan dari 2 premis.
Hukum inferensi ;
1. Jika premis benar, maka kesimpulan benar.
2. Jika premis salah, maka kesimpulan bisa salah atau kebetulan benar.
3. Jika kesimpulan salah, maka premis salah.
4. Jika kesimpulan benar, maka premis bisa benar atau salah.
Konstruksi teori.
Teori adalah model atau kerangka pikiran yang menjelaskan fenomena alami atau sosial tertentu.
2 arti teori, yaitu :
1. Teori sebagai hukum eksperimental
2. Teori sebagai hukum yang berkualitas normal
3 model konstruksi teori, yaitu korespondensi, koherensi, dan pragmatis.
3 aliran dalam konstruksi teori, yaitu reduksionisme, instrumentalisme, dan relisme.
Sekian pembelajaran hari ini, semoga bermanfaat yaa, terimakasih :))
No comments:
Post a Comment