Pada pertemuan yang
ke 9 ini membahas tentang kebebasan.
1. Jiwa dan
Kebebasan
Eksistensi Jiwa dalam tubuh memampukan manusia untuk
menghadirkan diri secara total di dunia dan memungkinkan manusai menentukan
perbuatannya dalam hal ini jiwa berhubungan dengan kehendak bebas. Karena jiwa
lah manusia menjadi makhluk bebas. Kebebasan mendasar bagi manusia dan
merupakan kepentingan humanisme.
Pandangan Determinisme yaitu aliran yang menolak
kebebasan sebagai kenyataan kehidupan bagi manusia. Seluruh kegiatan manusia di
dunia berjalan menurut keharusan yang bersifat deterministik (dibatasi) :
- Determinisme fisik-biologis
Contoh : Perempuan dibatasi ketika datang bulan,
sehingga perilaku perempuan terbatas ketika saat itu.
- Dererminisme
psikologis
- Determinisme
sosial
- Determinisme
teologis
Kebebasan sebagai eksistensi manusia memiliki Kelemahan Determinisme yaitu
menyangkal sifat multidimensional dan paradoksal manusia.
Kebebasan dalam pengertian umum artinya kebebasan negative atau tidak ada hambatan
tetapi bukan kebebasan eksistensial.
Kebebasan dalam pengertian khusus artinya kebebasan eksistensial (manusia bebas
menentukan dirinya sendiri), penyempurnaan diri kesanggupan memilih dan
memutuskan kemampuan mengungkapkan berbagai dimensi kemanusiaan.
Jenis-Jenis Kebebasan
:
1. Kebebasan
Horizontal (berkaitan dengan kesenangan dan kesukaan, bersifat spontan,
semata pertimbangan intelektual) dan kebebasan vertikal (pilihan moral,
pertimbangan tujuan, tingkatan nilai)
2. Kebebasan
Eksistensial (Kebebasan positif, lambang martabat manusia) dan kebebasan
sosial (terkait dengan orang lain) kebebasan sosial dibatasi dalam hal fisik,
psikis dan normatif. 4 alasan adanya pembatasan kebebasan sosial:
a. Menyertakan
pengertian
b. Memberi
ruang bagi kebebasan eksistensial
c. Menjamin
pelaksanaan keadilan bagi masyarakat
d. Terkait
dengan hakikat manusia sebagai makhluk sosial.
Sejarah Perkembangan
Masalah Kebebasan
1. Adanya pandangan bahwa semua hal berada di bawah “nasib” dan “kehendak mutlak”
yang mengatasi manusia dan para dewasa yang secara sadar atau tidak sadar
menentukan tindakan. Jadi, tidak ada pertanggungjawaban manusia atas
tindakannya.
2. Menurut pemikiran Yunani, manusia ialah bagian dari alam maka harus mengikuti hukum umum yang mengaturnya.
3. Manusia terpengaruh oleh sejarah yang bergerak secara siklis.
Periodisasi Perkembangan Kebebasan :
1. Zaman Abad Pertengahan, masalah kebebasan dilihat dalam perspektif
teosentrik
2. Zaman modern (percaya akal budi), perspektif teosentrik digantikan oleh
perspektif antroposentrik
3. Era Kontemporer (pascamodern), kebebasan dipermasalahkan dari sudut
pandang sosial
4. Kebebasan dalam pemikiran Timur cenderung dilihat sebagai pembebasan
dari kendala keinginan egoistik dan dari kecemasan untuk mencapai kesatuan dan
pengendalian diri.
No comments:
Post a Comment