Saturday, October 4, 2014

KEBEBASAN

Pada pertemuan yang ke 9 ini membahas tentang kebebasan.

 1. Jiwa dan Kebebasan
Eksistensi Jiwa dalam tubuh memampukan manusia untuk menghadirkan diri secara total di dunia dan memungkinkan manusai menentukan perbuatannya dalam hal ini jiwa berhubungan dengan kehendak bebas. Karena jiwa lah manusia menjadi makhluk bebas. Kebebasan mendasar bagi manusia dan merupakan kepentingan humanisme.

Pandangan Determinisme yaitu aliran yang menolak kebebasan sebagai kenyataan kehidupan bagi manusia. Seluruh kegiatan manusia di dunia berjalan menurut keharusan yang bersifat deterministik (dibatasi) :
-  Determinisme fisik-biologis
Contoh : Perempuan dibatasi ketika datang bulan, sehingga perilaku perempuan terbatas ketika saat itu.
- Dererminisme psikologis
- Determinisme sosial
- Determinisme teologis 

       Kebebasan sebagai eksistensi manusia memiliki Kelemahan Determinisme yaitu menyangkal sifat multidimensional dan paradoksal manusia.


Kebebasan dalam pengertian umum artinya kebebasan negative atau tidak ada hambatan tetapi bukan kebebasan eksistensial. 

Kebebasan dalam pengertian khusus artinya kebebasan eksistensial (manusia bebas menentukan dirinya sendiri), penyempurnaan  diri kesanggupan memilih dan memutuskan kemampuan mengungkapkan berbagai dimensi kemanusiaan. 

Jenis-Jenis Kebebasan :
1.     Kebebasan Horizontal (berkaitan dengan kesenangan dan kesukaan, bersifat spontan, semata pertimbangan intelektual) dan kebebasan vertikal (pilihan moral, pertimbangan tujuan, tingkatan nilai)
2.     Kebebasan Eksistensial (Kebebasan positif, lambang martabat manusia) dan kebebasan sosial (terkait dengan orang lain) kebebasan sosial dibatasi dalam hal fisik, psikis dan normatif. 4 alasan adanya pembatasan kebebasan sosial:
a.     Menyertakan pengertian
b.     Memberi ruang bagi kebebasan eksistensial
c.      Menjamin pelaksanaan keadilan bagi masyarakat
d.     Terkait dengan hakikat manusia sebagai makhluk sosial.

Sejarah Perkembangan Masalah Kebebasan
1.     Adanya pandangan bahwa semua hal berada di bawah “nasib” dan “kehendak mutlak” yang mengatasi manusia dan para dewasa yang secara sadar atau tidak sadar menentukan tindakan. Jadi, tidak ada pertanggungjawaban manusia atas tindakannya.
2.     Menurut pemikiran Yunani, manusia ialah bagian dari alam maka harus mengikuti hukum umum yang mengaturnya.
3.     Manusia terpengaruh oleh sejarah yang bergerak secara siklis.

Periodisasi Perkembangan Kebebasan :
1.     Zaman Abad Pertengahan, masalah kebebasan dilihat dalam perspektif teosentrik
2.     Zaman modern (percaya akal budi), perspektif teosentrik digantikan oleh perspektif antroposentrik
3.     Era Kontemporer (pascamodern), kebebasan dipermasalahkan dari sudut pandang sosial
4.     Kebebasan dalam pemikiran Timur cenderung dilihat sebagai pembebasan dari kendala keinginan egoistik dan dari kecemasan untuk mencapai kesatuan dan pengendalian diri.

No comments:

Post a Comment